AKIBAT KELEBIHAN VITAMIN A

0
118

Tanggal 13 Mei 2015 saya menjalani operasi hysterectomy ooforectomy bilateral radical yakni pengangkatan rahim total termasuk tuba falopi. Pada saat itu, banyak informasi pengobatan natural saya peroleh dari teman dan bacaan, termasuk pengobatan dengan jus wortel. Setelah pengobatan dengan kunyit putih berhasil, bulan Desember 2015 saya mencoba meneruskan dengan jus wortel 3X sehari. Info yang saya dapat menyatakan bahwa vitamin A sangat ampuh, bahkan mampu membunuh sel kanker. Apa hasilnya? Kulit saya menjadi oranye. Kondisi ini memang tidak berbahaya. Meskipun demikian, Dokter memberikan banyak “wejangan”. Efek lebih lanjut pun dapat dicegah.
*** Berikut beberapa efek kelebihan vitamin A pada tubuh manusia. ***

Carotenemia
Jus wortel pagi, siang, dan sore sebagai pengobatan ternyata mengandung risiko (termasuk juga pepaya). Gejala awal yang muncul adalah kulit berubah warna menjadi oranye pucat. Warna pada telapak tangan mudah dilihat, termasuk juga pada tangan dan wajah. Gejala ini adalah tanda bahwa seseorang kelebihan betakarotene. Dokter menyebutnya sebagai carotenosis atau carotenoderma. Keduanya adalah akibat kelebihan vitamin A pada darah, atau carotenemia. Pada tahap ini, gejala akan hilang dalam beberapa hari apabila konsumsi dihentikan. Menurut dokter, carotenemia tidak berbahaya. Meskipun demikian, apabila tidak dihentikan, carotenemia akan berlanjut. Tanda yang dapat dirasakan adalah warna kulit semakin orange dan muncul mual-mual.

Mual, Mata Kabur, dan Lemas
Gejala menengah dari kelebihan vitamin A adalah mual, pusing, kulit sensitif, dan lemas. Gejala ini, umumnya diderita oleh orang-orang yang rutin minum supplement vitamin A dalam dosis banyak selama berbulan-bulan. Wanita hanya membutuhkan 700 mcg per hari (laki-laki 900 mcg per hari), sehingga apabila kelebihan, tubuh akan menimbunnya dalam hati. Akibatnya, liver bekerja lebih keras. Keberlanjutan kondisi ini akan berakibat agak serius.
Kelebihan vitamin A pada tahap ini, kadang disertai nyeri sendi, kulit kering, dan mata kabur. Apabila gejala ini berlanjut dan konsumsi suplemen dilanjutkan, gejala selanjutnya akan lebih parah.
Vitamin A berlebih juga akan mempengaruhi kinerja obat. Apabila penderita sedang menjalani pengobatan kanker, pembekuan darah, misalnya, timbunan vitamin A akan mengurangi kemampuan obat tersebut bekerja. Akumulasi vitamin A dalam hati akan membuat obat nyaris tidak berfungsi.

Kanker, Osteopororis, Gangguan Liver dan Ginjal
Pada tingkatan yang parah, pada konsumsi supplement yang terakumulasi hingga beberapa tahun, vitamin A mampu merusak liver dan ginjal. Timbunan vitamin A bisa melemahkan dan merusak kinerja liver dan ginjal.
Selain itu, menurut dokter, vitamin A memiliki kemampuan menggerakkan sel pengurai tulang. Kinerja sel ini, yang disebut osteoclast, berlawanan dengan kinerja vitamin D. Jika asupan vitamin D berkurang, maka vitamin A akan berhasil mengurai tulang. Akibatnya konsumen akan mengalami osteoporosis.
Efek yang paling kontradiktif adalah, jeruk makan jeruk. Vitamin A yang dimaksudkan sebagai “obat” kanker, dalam jumlah berlebihan justru memicu tumbuhnya kanker. Mengerikan, bukan? Oleh karena itu, konsumsi vitamin A dari buah dalam jumlah cukup. Kurangi supplement kecuali dalam kondisi sangat membutuhkan. Vitamin A wajib dikonsumsi tetapi juga wajib dibatasi. (Itadz: Tadkiroatun Musfiroh)

WORTEL 1

(Sumber gambar: agric.wa