Bermain Literasi: Model Literasi untuk Anak Usia Dini

0
33

Tadkiroatun Musfiroh

Bermain literasi (BL) merupakan sebuah model penumbuhan literasi pada anak yang diwujudkan melalui riset bertahap, yakni metode akuisisi literasi (2006 hingga 2008), tajap-tahap pemerolehan (2009), penanganan menulis terbalik (2009), dan empat permainan keaksaraan (2010 hingga 2012). Bermain Literasi telah memiliki alat main, panduan bermain, instrumen observasi selama main, dan deteksi keaksaraan untuk melihat apakah kegiatan main mampu meningkatkan tingkat pemerolehan keaksaraan anak ataukah tidak.

Bermain Literasi dibuat untuk menjawab kebutuhan bagaimana seharusnya “membelajarkan” bahasa tulis sebagai perluasan dari belajar bahasa, sebagaimana dinyatakan oleh Sulzby dan Teale (1991) bahwa anak belajar bahasa secara alamiah. Membaca dan menulis merupakan perluasan alami dari pemerolehan bahasa. Selain itu, membimbing bahasa tulis anak haruslan peka melihat aspek perkembangan anak. Bermain Literasi juga memperhatikan hasil riset Kutiper dan Wilson (1993) yang menunjukkan bahwa anak akan mudah diperkenalkan kepada tulisan seperti puisi yang mengandung ritme, rima, humor, langsung, dan struktur naratifnya sudah mereka kenal.

Model ini telah diuji-coba di berbagai KB-TK dan dinyatakan berhasil. Uji coba dilakukan di TK ABA Al Muhajirin, TK Masyitoh Malangan Umbulharjo, TK Sulthoni Sleman, TK Aisyiyah Mardi Putra Bnatul, KB Aisyiyah ALBHA Wates, KB Aisyiyah Kasatriyan Wates, TK Negeri Pembina Yogyakarta, TK PIRI Nitikan, TK Masyitoh Kauman, TK Masyitoh Gadingan Wates, Komimo Playschool Yogya, KB Among Putro Sleman, TK Rumah Tumbuh, serta KB Kuncup Mekar.