Saturday, September 19, 2020

KETIKA WANITA EDELWEISS ITU

Ada kelopak bunga tertinggal ketika wanita edelweiss itu hadir di sini ia mengikatku seperti bayang-bayang memenuhi oksigen yang kuhirup menandai lantai yang kupijak Batangku tak lagi ranting Ketika tunas tumbuh...

JIKA HARI INI

0
Melihatmu terluka sungguh memerihiku. Kemana kuil suci yang dulu kau bangun. Di sana aku terpesona oleh kegagahanmu dan keperkasaan sang matahari. Di sana, jubahmu...

PEREMPUAN KEDUA

0
PEREMPUAN KEDUA Tadkiroatun Musfiroh Masih tercium...

LORONG: UJUNG SEBUAH PULAU

0
Lorong ini, membawaku menuju ruang di mana kau ada di situ sejenak termangu, menunggu waktu dan suaramu masih seperti dulu Tatkala malaikat maut yang mengintip Kau halau dengan cerdik “Bangun...

DINDING PUN BERTELINGA

0
Dinding pun bertelinga menyadap setiap fonem dan kata. udara berpelantang membuat detak jantung terdengar begitu jauhnya banyak mata menyala dalam kegelapan kelam hilang menjadi terang lenyap ruang pribadi untuk diam hanya...

Mengintip Kematian I

0
Tadkiroatun Musfiroh Di mana kita bisa mengintip akhir perjalanan Di mana kita bisa mengintai awal keabadian Di mana kita bisa menerawang akhir kehidupan Lihatlah pada kabar setiap kematian Ingatlah...

Di Ruang Operasi

0
Tadkiroatun Musfiroh Di ruang ini, kupunguti asaku kembali di mesin anestesi, kanala nasal, tabung oksigen, dan meja mayo kutempel-tempelkan, juga di meja dan lampu-lampu itu hangatnya menjalar seperti...

Kaukah Itu Dulu

0
Tadkiroatun Musfiroh Sore ini kulukis langit dengan senandika ketika pucuk alang-alang menebar harum rindu capung- capung bertebaran menghiasi sore tanda ribuan pesan di langit masih berserak Kaukah itu dulu, yang memahat...

Kau Bilang Tapi

0
Tadkiroatun Musfiroh Kau bilang bunga itu haram, tapi kau menyuntingnya. Kau bilang suka kuda pacuan, tapi kau membunuhnya dengan tombak Kau bilang peselingkuh harus dibunuh, tapi kau...

Panyuwun Abdi Merapi

0
Tadkiroatun Musfiroh  Kanjeng Sunan, katakan pada trah Witaradya Kami takut Eyang Petruk datangi desa kami Karena kami ini manusia sanepa Hanya bisa makan dari keringat...

Cintaku pada Yogya

0
Tadkiroatun Musfiroh Cintaku pada Yogya adalah cinta perajin pada karyanya Tak lepas sepanjang usia biarpun gempa terus mendera Walau getarannya menimbun trauma Rinduku pada Yogya adalah rindu petani pada ternak...

Sungguh Hebat Maharaja

0
Tadkiroatun Musfiroh Sungguh hebat Maharaja, kuat menanggung perang nurani tahan menanggung rasa bersalah, mampu menanggung beban janji yang Maharaja ucapkan dengan mata berbinar berulang kali, beratus saksi. Sungguh luar...

Kartini Adalah

0
Tadkiroatun Musfiroh Bagi eyang buyutku, kartini adalah tanah bagi ketela, padi, jagung, dan pohon rambutan tempat bagi air meresapkan diri jembar jero bagi kelimpahan menyimpannya untuk musim panas. Bagi nenekku,...

SOCIAL MEDIA

581FansLike
658FollowersFollow
38SubscribersSubscribe
- Advertisement -

LECTURING

SOSIOLINGUISTIK PBSI

0
A. KETENTUAN WEB KHUSUS UNTUK MAHASISWA PBSI FBS UNY Perkuliahan ini menerapkan sistem ANTIPLAGIARISMEPelaku dikenai sanksi nilai D atau E (tergantung...

TEORI BAHASA PASCA

0
KETENTUAN UMUM Teori bahasa menggunakan sistem ANTIPLAGIARISMEPelaku akan dikenai nilai C atau D (tergantung bobot plagiarismenya)

Pengembangan Bahasa Anak

0
KETENTUAN: 1. Sub-laman ini untuk Mahasiswa S2 PAUD Pasca Sarjana UNY2. Mata kuliah ini menerapkan SISTEM ANTI PLAGIARISME. 3. Tugas...

Model Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Era Kebiasaan Baru

Selama Pandemi Covid-19, semua sekolah menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. Tiga bulan PJJ telah terlaksana dan semester depan PJJ di era kebiasaan baru...