Deteksi Keaksaraan Anak Usia Dini

0
105

Tadkiroatun Musfiroh

Permasalahan utama keaksaraan anak yang dihadapi para pendidik dan orang tua saat ini adalah: (a) bagaimana membuat kegiatan main keaksaraan yang tepat dan disukai anak, (2) bagaimana memilih alat permainan keaksaraan integratif (minimal untuk pengembangan koordinasi visual-motorik), (3) dan bagaimana mendeteksi perkembangan keaksaraan anak secara tepat (Musfiroh, 2009). Direktorat PAUD berupaya mengadopsi metode Beyond Centre and Circle Time” (BCCT) dari Florida (Direktorat PAUD, 2008), tetapi penerapan di lapangan belum seperti yang diharapkan. Beberapa model lain seperti fonik, kartu besar Gland-Domen, CCBM, CR, dan akuisisi-literasi pun masih belum menuntaskan permasalahan di atas. Para pendidik masih dipusingkan dengan penerapan ”permainan keaksaraan aplikatif integratif” yang dapat dilaksanakan setiap hari demi memperoleh perkembangan keaksaraan yang berjenjang atau bertahap. Model-model tersebut masih difokuskan pada kompetensi tertentu. Selain itu, para pendidik dan orang tua juga mengalami kesulitan menemukan cara dan ciri interaksi yang tepat. Padahal, interaksi yang menyenangkan dalam proses pemerolehan keaksaraan anak akan memainkan domain pembangunan linguistik, kognitif, sosial, dan emosional (Team.Edu.,2009). Pendapat ini mendukung teori Vygostky bahwa konstruksi di wilayah linguistik, kognitif, sosial, dan emosional akan bekerja sama untuk membantu anak menuju pembangunan keaksaraan (Vygotsky, 1978).

Permasalahan selanjutnya adalah, bagaimana deteksi keaksaraan anak itu.Buku inilah jawabnya.