JIKA HARI INI

0
109

Melihatmu terluka sungguh memerihiku.
Kemana kuil suci yang dulu kau bangun.
Di sana aku terpesona oleh kegagahanmu
dan keperkasaan sang matahari.
Di sana, jubahmu menyala
serupa Gandalf sang penyelamat.

Kini, pedangmu tlah disarungkan.
Kudamu pun tlah dikandangkan.
Tapi nostalgi memanggilmu
dalam derap dan ringkiknya.
Kuda-kuda lain menjadi garang,
terpantik ringkik amarah.
Hilang aroma taman, memunah warna megah.
Dibakar kobar api jerami
di kandang-kandang ini.

Mendengarmu meratap,
sungguh hatiku tersayat.
Serupa berhujan di sahutan halilintar.
Mengapa tidak berhenti dan berteduh
di sini, karena nanti hujan pasti berhenti.
Kita bisa berbincang sambil berkisah
tentang masa lalu yang romantis dan syahdu.
Masa medsos belum genit dan ganas melibas.

Berhentilah di sini. Usah urusi hiruk-pikuk kota lagi.
Jika hari ini berjuta suara tak memanggilmu lagi,
jika hari ini berjuta wajah berpaling menjauh,
anggaplah semua hanya mimpi.
Jangan meratap lagi, karena jantungku jadi berhenti.
Mungkin hari ini, bukan waktumu lagi.

Plosokuning, 15 Februari 2017

Sumber gambar: Mr.lane youtube.