KESETIAAN

0
146

Kekaguman yang kau tawan,
Kini menancap kuat meski digerus gelisah.
Tak terbilang lagi, ribuan peluru mencabik
dan jutaan pisau mengoyak,
namanya kian tertoreh-toreh
di dedaunan memorimu.

Keping-keping risau yang kau rawat
menebal membeludru seperti lumut di bulan Desember,
seperti rindu bagi kangen, memagutmu.
seperti nyeri bagi luka, membunuhmu

Cintamu padanya seperti akasia distek kamboja
ingkarkan logika, tapi masa tak kuasa meluruhkannya
Rumus formula lenyap meniada, beku segala angka.
Rindumu pun mengentah, sirna tanpa tapak
dia tak lagi terkejar.

Kini dia bertabuh mimpi, sibuk dengan mazenya sendiri.
Terbang tanpa hinggapan, mandi pelangi, mandi bunga
Lalu kamu? Kamu seperti rama-rama kehabisan cahaya.
Sayap rapuhmu rontok helai demi helai.
Lalu aku? Ya, aku. Aku tetap setia bersamamu
menjadi tabib yang selalu mengobatimu,
tanpa batas waktu.

Plosokuning, 2 Januari 2018