Mengukuhkan Kembali Konsep Dasar Bahasa

0
113

Tadkiroatun Musfiroh

Saya tulis ulang konsep dasar “bahasa” ini karena muncul fakta, masih banyak mahasiswa yang tidak memahami dengan baik konsep bahasa. Pada saat ujian TA, mahasiswa tidak dapat menjawab pertanyaan apakah yang dia teliti itu bahasa atau bukan. Apakah interaksi itu bahasa? Apakah gerakan tangan yang berulang-ulang itu bahasa? Apakah komunikasi antara binatang itu bahasa? Ternyata, mahasiswa mengalami kerancuan antara bahasa, komunikasi, dan interaksi. mahasiswa juga mengalami kegoyaahan konsep antara bahasa sebagai langua dan realisasinya.

Harus diyakini bahwa indikator pertama dari bahasa adalah “manusiawi”. Artinya, hanya manusia yang memiliki bahasa. Awam boleh saja mengatakan bahasa tubuh, bahasa kupu-kupu, bahkan bahasa alam, tetapi secara linguistik bahasa adalah “Sistem bunyi bermakna yang diucapkan manusia untuk berkomunikasi.” Definisi singkat ini mengandung empat indikator yang tidak dapat dipisahkan.

funnyjunk.com
Sumber foto: funnyjunk.com

Pertama, bentuk bahasa berupa bunyi yang bersistem, yang otomatis bukan sebarang bunyi, tetapi bunyi yang bersistem. Sebagai sistem, bunyi bahasa memiliki realitas di sebaliknya, yakni sesuatu yang disimbolkan. Memiliki aturan yang rapi dan bersistem yang disebut fonem. Fonem-fonem itu tidak terisolasi tetapi membentuk konstruk yang lebih sistematis lagi yang disebut silabel, kata, frasa, klausa, dan seterusnya. Konstruk dari bunyi-bunyi itu benar-benar bersistem.

download makalah lengkap