PASCA AKSI DAMAI 212

0
17
AKSI DAMAI 212 telah dicatat dunia. Dengan menyaksikan aksi damai 411 dan aksi superdamai 212, persepsi dunia terhadap Islam akan lebih baik. Dunia sudah melihat bahwa aksi itu murni digerakkan oleh keyakinan dan membela apa yg diyakini. Ramalan ngawur, fitnah keji, dan sabotase jahat terhadap aksi damai juga telah terbungkam sendiri. Kini, saatnya cooling down, jangan ada aksi-aksi lagi. Saatnya beralih fokus dan menyusun kekuatan demi kemajuan bersama.
 
1. Perkuat persatuan dan kesatuan ummat. Ulama harus fokus pada ummat dan menjaga silaturrahim dengan ulama yang lain. Ulama harus membatasi diri dari politik. Terbukti, ulama yang tidak berpolitik jauh lebih berwibawa, lebih diugemi, dan dipercaya. Ulama harus kembali menjadi sumber agung ilmu dan  peradaban. 
 
2. Perkuat terus pendidikan Islam modern, yakni pendidikan yang memadukan antara agama, karakter, sains, ekonomi, dan teknologi. Jadikan wajah Islam di masa mendatang sebagai Islam yang pintar, berintegritas, kuat secara ekonomi, menguasi ilmu, dan melek teknologi. Islam akan tampil sebagai agama yang menyejukkan dan intelek, tempat terbaik bagi seluruh alam.
 
3. Buatlah anak-anak kita senang belajar, bantu mereka mengejar cita-cita, bantu mereka menjadi orang hebat, kuat, dan religius. Ciptakan model-model pembelajaran dan media pembelajaran yang menarik dan kredibel. Masa depan bangsa ada di tangan anak-anak kita. Dengan bimbingan, cinta, dan dukungan tulus, anak-anak kita akan berhasil dalam studi, mencintai ilmu, dan memiliki sayap yang kuat untuk menguasai dunia.
 
4. Perkuat peran Islam dalam berbagai bidang. Pendidikan, kesehatan, keamananan, perdagangan, dan media adalah bidang kehidupan yang harus kita kuasai juga. Dosen-guru, dokter, TNI-Polri, pengusaha, dan pers yang kuat harus menjadi fokus bersama kita. Islam akan berwibawa jika bidang-bidang penting itu ada di tangan kita.
 
5. Kembangkan terus sikap yang simpatik, pemaaf, tetapi tegas. Hargailah setiap perjuangan sesama muslim, apa pun bentuknya. Kembangkan sikap demokratis dalam keluarga dan kelompok muslim. Tenamkan selalu, perbedaan pendapat bukanlah kejahatan. Perbedaan tidak pernah menghancurkan selama kita berada pada dasar dan tujuan yang sama. Yang menghancurkan adalah perbedan yang diruncingkan dengan kepentingan yang berbeda.
 
6. Islam berpijak pada kejujuran, kebenaran, kecerdasan, keadilan, dan kebermanfaatan. Lima hal itu pun harus tetap kita pegang teguh dalam medsos dan pers. Jauhi pusat berita miring, provokatif, penuh tendensi.  Ajarkan kepada generasi Islam bagaimana menyiasati discourse (wacana) yang bersliweran. Anak-anak kita harus bisa mendeteksi dan membuang jauh-jauh berita HOAX  yang membodohi ummat Islam. Jika kita Islam, maka kita wajib membuang berita-berita yang tidak benar dan menyesatkan.##
 
*** Repro 031216 180420 ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here