Tentang Gus Dur

0
20

Tadkiroatun Musfiroh

Gus….
Cahaya di langit masih jingga
Ketika gelegar langit mencatat
Panggilan merdu
atas namamu

Gus…
Nyiur enggan melambai..
Rumput enggan bergoyang…
Awan enggan berarak…
Sayap burung-burung tak kuasa mengepak…
Gelombang laut berhenti bergulung…
Air terjun berhenti menderas…

Gus…
Hati menjadi beku…
Mengenangkan setiap candamu
Membayangkan setiap bait-bait yang kau lemparkan
Pada saat kering dingin hendak memahat

Gus…
Begitu lekat jabat tanganmu
Memanggil nama dengan mahroj yang benar
Mencanda dalam setiap tetes yang kau teguk
Dalam hiruk pikuk penyambutan sederhana
Dan aku tertunduk oleh ketajamanmu
Tersenyum mengaku dan mengakui
Dari kelamnya prasangka yang kumiliki
Maafkan aku, Gus…

Gus…
Kini suara malam terhias oleh jutaan doa
Yang berkumandang untuk dan atas nama besarmu
Mengguncang segenap penjuru
Dari langit hingga dasar samudra…
Membelah dan membentang..
Karpet putih bersih
Untuk kau lalui…
Untuk kau tapaki…
Menuju peristirahatan abadi…

Repro 301209 – 170420

Keterangan kb: bangkit media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here