Uji Produk Model-Model Baca Tulis Anak (Jurnal Kependidikan)

0
18

Abstrak

Tadkiroatun.id – Pengenalan baca-tulis untuk anak usia dini harus didasarkan pada konsep belajar bahasa secara alamiah (akuisisi) dan keterlibatan anak dengan tulisan nyata di sekitarnya dalam berbagai fungsinya (literasi). Baca tulis yang dimaksud adalah baca-tulis akuisisi-literasi. Penelitian ini bertujuan menguji produk baca-tulis dengan model Tradisional, Cantol Roudhoh (CR), fonik dan Cara Cepat Belajar Membaca (CCBM) kepada anak usia 3-6 tahun yang dibagi ke dalam kelompok usia 3-4 tahun, 4-5 tahun, dan 5-6 tahun.

Uji produk dilakukan dengan desain eksperimen quasi (pretest-postest with control group design). Subjek penelitian ini adalah 320 anak PAUD-KB-TK yang terdiri dari anak usia 3-4 tahun sebanyak 94 anak, usia 4-5 tahun sebanyak 112 anak, dan usia 5-6 tahun sebanyak 114 anak. Jumlah guru yang terlibat sebanyak 24 orang guru. Data dijaring dengan metode observasi dan pengisian lembar observasi, didampingi dengan metode elisitasi dan dokumentasi. Selain itu dilakukan catatan lapangan dan perekaman bilamana diperlukan. Terhadap guru, dilakukan pengamatan, wawancara, dan diskusi. Secara kuantitatif untuk mengukur keampuhan produk, dibuat instrumen berbentuk skala likert. Skala dibuat dengan mengacu pada konsep dan definisi kerja yang dikembangkan dari kajian pustaka. Instrumen skala likert meliputi seluruh komponen baca-tulis, yakni minat baca-tulis, kepekaan simbol, landasan baca-tulis, dan pemerolehan baca tulis reseptif dan produktif. Validitas instrumen didasarkan pada validitas isi dan validitas konstruk. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan mencari tingkat perbedaan skor aspek pengenalan bahasa tulis dengan uji-t antara BTAL dengan model yang diterapkan guru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) dibandingkan Model Tradisional, BTAL unggul dalam semua komponen baca-tulis pada semua usia, kecuali komponen BTR pada anak usia 5-6 tahun, (b) dibandingkan Model CR, BTAL unggul dalam komponen BTP, minat baca-tulis, kepekaan simbol, dan landasan tulis untuk semua tataran usia, dan kalah dalam komponen BTR dan landasan tulis. (c) dibandingkan Model Fonik, BTAL unggul dalam semua komponen bacatulis untuk semua tataran usia kecuali komponen BTR untuk usia 4-5 tahun, (d) dibandingkan CCBM, BTAL unggul dalam semua komponen pada semua tataran usia. Meskipun skor BTAL pada BTR lebih rendah daripada CR dan Fonik, serta skor landasan baca lebih rendah daripada model CR, hal tersebut tidak mengindikasikan kelemahan BTAL, tetapi justru menunjukkan karakteristiknya sebagai model yang membangun semua komponen baca-tulis secara komprehensif dan seimbang.

Klik: Journal Kependidikan uny.ac.id atau klik klik artikel pdf berikut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here